Rapat Koordinasi Program Ketahanan Pangan: Mewujudkan Kemandirian Pangan Desa
Meta Deskripsi: Pemerintah Desa Sriwidadi gelar rapat koordinasi bersama BPD dan BUMDes Berkat Usaha terkait Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 senilai Rp139.630.000 yang bersumber dari Dana Desa. Dana tersebut akan dikelola oleh BUMDes untuk usaha peternakan sapi dan bebek, sebagai bagian dari upaya kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan desa.
Sriwidadi, Sabtu (12 Juli 2025); Pemerintah Desa Sriwidadi menyelenggarakan rapat koordinasi internal lintas lembaga terkait Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Kantor Desa Sriwidadi. Kegiatan ini dihadiri oleh Penjabat Kepala Desa Sriwidadi, Septy Hajariyah, S.Kep, jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan pengurus BUMDes Berkat Usaha.
Rapat tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinkronisasi dan kolaborasi antar lembaga desa dalam perencanaan teknis pengelolaan program ketahanan pangan yang telah dianggarkan sebesar Rp139.630.000 dari Dana Desa Tahun 2025, sebagaimana diatur dalam regulasi terbaru Kementerian Desa PDT Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petujuk Operasional Atas Fokus penggunaan Dana Desa tahun 2025, di mana ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas nasional.
Juga Sesuai dengan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, (Permendes PDT) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan Dalam Mendukung Swasembada Pangan. Prioritas Penggunaan Dana Desa , program ketahanan pangan diarahkan untuk memperkuat cadangan dan distribusi pangan lokal, serta mendukung kegiatan ekonomi produktif masyarakat desa yang berbasis sumber daya lokal.
Program ini bukan sekadar respons terhadap krisis pangan global, melainkan upaya strategis desa dalam mencapai kemandirian ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat, terutama pascapandemi dan dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa terkait tempat dan rencana kerja pembuataan kandang untuk program ketahanan pangan akan diarahkan untuk pengembangan usaha peternakan sapi dan bebek, yang akan dikelola langsung oleh BUMDes Berkat Usaha Desa Sriwidadi. Model usaha ini dipilih karena memiliki potensi ekonomi tinggi, cepat berkembang, dan mendukung pemenuhan gizi serta ketersediaan pangan hewani bagi masyarakat desa.Kepala Desa Sriwidadi, Septy Hajariyah, S.Kep, menyampaikan bahwa pemilihan sektor peternakan merupakan bagian dari kajian potensi wilayah dan kebutuhan desa.
“BUMDes harus menjadi motor penggerak ekonomi desa. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa Dana Desa benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Peternakan sapi dan bebek bukan hanya soal pangan, tapi juga soal pemberdayaan warga dan kemandirian desa,” jelas Septy Hajariyah dalam sambutannya.
Rapat ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap arah kebijakan dan mekanisme pelaksanaan program, serta mendorong partisipasi aktif dari semua elemen. Pemerintah Desa, BPD, dan BUMDes sepakat untuk menjalankan program ini secara transparan dan akuntabel.
Anggota BPD Sriwidadi yang turut hadir menegaskan bahwa BPD mendukung penuh penguatan BUMDes sebagai pengelola utama program ini, namun juga akan melakukan pengawasan secara berkelanjutan agar program berjalan tepat sasaran.
“Kami akan mengawal jalannya program ketahanan pangan ini dari perencanaan hingga pelaporan. Harapannya, tidak hanya berhasil secara administrasi, tapi juga memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” ujar salah satu anggota BPD.
Sementara itu, pengurus BUMDes menyatakan kesiapan dalam mengelola dana dan menjalankan unit usaha ternak dengan prinsip efisiensi dan keberlanjutan.
Program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan konsumsi pangan bergizi masyarakat desa, serta membentuk rantai pasok lokal yang efisien. Langkah lanjutan setelah rapat ini adalah penyusunan RAB teknis, pemetaan lokasi kandang dan pengadaan bibit ternak, serta pelatihan dasar bagi tim pengelola.
“Kami berharap ini menjadi awal yang baik untuk menjadikan Sriwidadi sebagai desa percontohan dalam program ketahanan pangan berbasis BUMDes. Semua pihak harus berperan aktif agar hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup PJ. Kepala Desa Sriwidadi.
Dengan sinergi dan komitmen seluruh lembaga desa, Program Ketahanan Pangan 2025 menjadi harapan baru bagi masyarakat Sriwidadi dalam mewujudkan desa mandiri pangan dan ekonomi, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Anang
30 Januari 2025 19:28:34
Lanjutkan mas... Semoga website desa pian semakin maju...